Rabu, 19 Februari 2014

Iya, Ini tentang Dia

Masih pengen nulis cerita tentang kamu, tapi rasa ini mulai pudar, nggak se-semangat dulu, jarang ada kata-kata yang mengalir dipikiran untuk merangkai cerita tentang kamu.
Aku sudah pupus, ternyata aku nggak bisa dekat kamu, khayalanku buat akrab sama kamu ternyata memang cuma khayalan, kita juga sudah jarang bicara, entah karena aku nya terlalu malu untuk ngobrol sama kamu atau kamu nya yang males ngomong sama aku.

Kalo aku perhatikan waktu kalian bertiga ngumpul, disana kaya ada sebuah persaingan, persaingan yang hadiahnya "kamu". Enak banget jadi mereka bisa dekat sama kamu, sedangkan aku cuma bisa ngeliatin kamu dari pojok kanan depan sampai sekarang. Tapi kalo kalian lagi ngumpul gitu dikelas, aku lebih milih keluar,nggak mau aja ngeliat yang begitu, bukan cemburu, cuma memang betulan nggak mau liat, hehe.

Seandainya nih ya kita se-Agama, apa kita tetap sama kaya gini atau mungkin ada hal yang beda?
Seandainya cita-cita kita tercapai, kamu jadi dokter, aku jadi bidan, terus kita kerja di rumah sakit yang sama, apa kita mau saling tegur? Sedangkan hari-hari diskolah kita jarang yang namanya senyum apalagi negur..
Seandainya, semua khayalan & mimpi ku selama ini terwujud nantinya, bersyukur banget kali ya...

Udah ah, nanti lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar